Penularan HIV/AIDS di
Makassar mengalami peningkatan tiap tahun. Jumlahnya sudah mencapai 2.711
kasus. Penularan HIV/AIDS terbesar melalui narkoba suntik sekitar 67
persen dan penyebaran ini sangat rentan di kalangan pengguna narkotika,
psikotropika dan zat adiktif (Napza). Resiko terbesarnya terutama jika jarum
suntik digunakan bergantian oleh pengguna. Jumlah ini mengalami meningkat
lebih 300 kasus sejak Juni 2010 lalu. Wakil Walikota Makassar (Drs.Supomo
Guntur., M.Si) mengimbau warga supaya tidak perlu malu untuk memeriksakan diri
ke puskesmas terdekat supaya penyakitnya bisa terdeteksi dan mendapat
perawatan. Kesadaran memeriksakan kesehatan juga merupakan rangkaian
untuk menghindari penularan. Untuk mengatasi penularan ini, kita sangat
berharap kesadaran penderita untuk memeriksakan diri ke klinik VCT (Voluntary
Clinic Test) yang telah disiapkan di beberapa rumah sakit.
Adapun rumah sakit dan pusat
kesehatan masyarakat (puskesmas) yang menyediakan layanan VCT, seperti RSU
Regional Wahidin, RSU Labuang Baji, RS Polri Bhayangkara, RS Dadi, Puskemas
Ujungpandang Baru dan Puskesmas Kassi-kassi.
Target Kota Makassar yaitu semua
Puskesmas dilengkapi klinik VCT. Pemerintah Kota Makassar menargetkan ada
klinik VCT di puskesmas 14 kecamatan di Makassar. Hal ini dilakukan untuk
mempermudah penderita yang akan berkonsultasi dan melakukan pemeriksaan diri.
Data Dinas Kesehatan Kota Makassar jumlah kasus HIV pada 2008 sebanyak 2.056. Pada 2009 menembus angka 2.372 atau mengalami peningkatan sebanyak 316 kasus dan pada 2010 mencapai angka 2.711 orang.
Pengidap HIV di Makassar yang
dideteksi, antara lain :
- 2008: 2.056 orang
- 2009: 2.372 orang
- Oktober 2010: 2.711 orang
(sumber: http://datinkessulsel.wordpress.com/ dan Data Dinas Kesehatan
Kota Makassar)
